Lamban Program MBG Di Lembata, 40 Ribu Lebih Orang Belum Terlayani

photo author
- Rabu, 14 Januari 2026
Lamban Program MBG Di Lembata, 40 Ribu Lebih Orang Belum Terlayani
Ketua DPRD Lembata Safrudin Sira


Lewoleba, KilatNews- Program strategis nasional, makanan bergisi gratis (MBG) di Kabupaten Lembata sangat lamban. Tahun 2025, hanya dua dapur MBG yang sudah  beroperasi. Ketua DPRD Lembata, Syafrudin Sira atau lebih dikenal Udin Purab melihat, lambannya  program MBG di Lembata ini berkaitan dengan bisnis. Pengusaha sebelum memutuskan untuk membuka dapur MBG di Lembata, pasti menghitung untung ruginya.

Ketua DPRD Lembata, Udin Purab di ruang kerjanya, Rabu  14/1/2026) mengatakan MBG  adalah program strategis nasional. Program MBG ini sangat tergantung pengusaha-pengusaha atau yang punya uang yang ada di daerah. Karena untuk membuka dapur MBG, butuh modal yang cukup besar. Dan pengusaha tentu akan menghitung untuk ruginya. “Ini berkaitan dengan investasi, jadi pengusaha tentu menghitung untung ruginya, apalagi untuk membuka satu dapur MBG membutuhkan modal cukup besar”

Apalagi kata Udin Purab untuk membuka dapur MBG di  daerah yang kategori 3 T membutuhkan alat transportasi yang cukup banyak. Di Lembata pada umumnya jarak satu sekolah dengan sekolah lain jaraknya cukup jauh, bisa mencapai belasan KM. Diperparah lagi kondisi jalan, tentu menjadi pertimbangan dari pengusaha untuk membuka dapur MBG di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) 

Selain itu lanjut Udin, bahan kebutuhan pokok untuk MBG misalnya buah-buahan, sayur. telur, ayam dan lain sebagainya. Saat ini kata Udin, misalnya pisang mas, pepaya di datangkan dari luar. Ia mengatakan jika di daerah-daerah  lain sudah menjalankan program MBG, Lembata mengalami kekurangan buah-buahan dan lain sebagainya.

Karena itu lanjut Udin diharapkan masyarakat sudah mulai menanam sayur, buah-buahan seperti pepaya california, semangka , pisang mas dan lain sebagainya. Ternak ayam pedaging, ayam petelur. Karena itu pemerintah jangan tutup mata, untuk selalu mendamping para petani dan peternak sehingga suatu saat  masyarakat menjadi petani dan peternak yang profesional dan tentu hasilnya memuaskan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lembata.

Sementara itu data dari Satgas MBG Kabupaten Lembata per 3 Desember 2025 jumlah penerima MBG di Kabupaten Lembata sebanyak sebanyak 46. 139 orang. Ketua pelaksana satgas MBG Kabupaten Lembata, Irenius Quintus Suciadi mengatakan ada  12.342 orang yang dilayani  di dapur 3T dan dapur mandiri sebanyak   33.797  orang sehingga total penerima MBG di Kabupaten Lembata sebanyak 46.139 orang. Ia mengatakan penerima MBG di Lembata jumlahnya bisa bertambah atau berkurang.

Ia mengatakan ada 8 unsur penerima MBG yakni  ibu hamil, ibu menyusui, balita,kelompok bermain, TK,SD,SMP dan SMA. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
SIAD DataGoe