Lewoleba, KilatNews.Com- Kabupaten memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan pohon malapari. Karena itu Pemerintah Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Badan Riset Inovasi Nasional dan PT Lembata Hira Sejahtera (Batara) melakukan riset benih dan pengembangan malapari di Kabupaten Lembata.
Kepala Resosrt Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten
Lembata, Linus Lawe kepada media ini, di ruang kerjanya, Selasa (11/11/2025)
mengatakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lembata adalah pohon malapari.
Ia mengatakan sudah dilakukan penandatangan kerjasama antara
Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), PT Batara dengan Pemkab Lembata. Ia
mengatakan, BRIN akan melakukan riset terkait benih Malapari dan diharapkan Malapari
Lembata menjadi varitas Lembata.
Linus Lawe mengatakan saat ini pohon malapari yang tumbuh secara alamiah menyebar di berbagai wilayah di Kabupaten
Lembata dan paling banyak ada di Kecamatan Nagawutung.
Untuk tahun 2025 ini
Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Lembata telah membentuk 8 kelompok KBR (Kebun Bibit Rakyat)
Delapan KBR tersebut tersebar di beberapa kecamatan yakni
KBR Desa Wailolong Kecamatan Omesuri, KBR Tapobaran Kecamatan Lebatukan, KBR
Todanara Kecamatan Ile Ape Timur. KBR Watodiri Kecamatan Ile Ape, KBR Lewoleba
Timur,Lewoleba Barat dan KBR Bour Kecamatan Nubatukan dan KBR Watotena Desa
Lewogroma Kecamatan Atadei.
Ia mengatakan setiap kelompok KBR ada 30 ribu benih atau anakan Kopi,Mahoni, Kakao, beringin, jambu mete dan
Malapari.
Benih atau anakan
berbagai jenis pohon atau komoditi ini dalam waktu dekat ini akan
didistribusikan kepada masyarakat sehingga memasuki musin hujan ini masyarakat
bisa tanam. “Masyarakat dapat secara gratis,” Tegas Lawe.
Pohon Malapari merupakan tanaman atau pohon yang memiliki
nilai ekonomis yang menjanjikan karena memiliki
banyak manfaat. Biji malapari
menghasilkan minyak yang dapat diolah menjadi biodiesel, sumber energi
terbarukan. Selain itu, Malapari juga bermanfaat untuk kesehatan , penyubur
tanah. Minyaknya bisa digunakan untuk
bahan pembuatan sabun, pelumas, dan pengikat cat air. (*)

Berita Terkait
Kon Ruing : Jangan Lupa Kampung Halaman
Bupati Kanis; Puskesmas Adalah Ujung Tombak Pelayanan Yang Paling Dekat Dengan Masyarakat
Golkar Siap Merebut Kembali Kekuasaan, Jimy Sunur : Jangan Menyerah
Golkar Baku Gigit, Gewura : Jangan Ada Pilatus
Bupati Kanis Tuaq dan Tim Asistensi Kemensos RI Jalan Kaki Sepanjang 3 KM
Tiga Hari Setelah Dipukul, Korban Menghembuskan Napas Terakhirnya di RSUD Lewoleba
Kemsos RI Salurkan Bantuan KAT Tahap Dua untuk desa Alap Atadei dan Dolulolong
Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro
Kader PKB Jangan Jadi Tamu Saat Pemilu
Pemerintah Kabupaten Lembata Mantapkan Arah Pembangunan: Prioritaskan Ekonomi Rakyat dalam Lima Tahun ke Depan