Lewoleba,
Kilanews.Com- Untuk meningkatkan kapasitas peternak budidaya ayam broiler di Kecamatan Nubatukan,
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Lembata melalui
Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (KP2KP) Kecamatan Nubatukan,
menyelenggarakan pelatihan budidaya ternak ayam broiler (ayam pedaging) bagi
petrenak budidaya ayam broiler di Kecamatan Nubatukan.
Kegiatan ini dibuka kepala bidang peternakan Dinas Pertanian
Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Lembata, Irenius Ola di Aula
Agrowisata Ema Pia, Rabu (26/11/2025).
Iren mengatakan berdasarkan data
dan kajian dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Petrenakan Kabupaten
Lembata, setiap bulan, Kabupaten Lembata membutuhkan 21 ribu ton ayam pedaging. Sementara saat ini, kita hanya
mampu 8-9 ribu ton ayam pedaging. Itu artinya kita masih kekurangan 11-12 ribu
ton ayam pedagang setiap bulan.
Selama ini, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Lembata,
ayam pedaging (ayam beku) didatangkan
dari luar melalui Pelni Mart. Ia mengatakan pemerintah Kabupaten Lembata sudah
membatasi ayam beku dari luar dan kita memacu peternak ayam pedaging di Lembata
sehingga kedepannya kita swasembada ayam pedaging.
Dikatakannya denga visi misi dan program dari Bupati dan
Wakil Bupati Lembata saat ini dengan slogan NTT (Nelayan, Tani dan Ternak),
jumlah peternak ayam pedaging di Kabupaten Lembata meningkat secara dratis. Ia
mengatakan pada bulan Mei 2025, jumlah peternak ayam broiler di Lembata
sebanyak 49 dan saat ini sudah mencapai
169 peternak ayam broiler.
Ia mengatakan saat ini ada dua pengepul ayam broiler di
Lembata. Para Pengepul ini membeli ayam pedaging di Peternak dengan harga Rp.
28.500 /kg atau 45.00 per ekor.
Pada kegiatan pelatihan budidaya ayam pedaging dengan
menghadirkan beberapa narasumber
yakni Petronela Bediona,Setyo Widiyanto,
Drh Maria Jossie Deram Nihamaking, Afandi Antari dan Veronika Peni Lasar. Lima
Narasumber ini membawa materi terkait
dengan aspek aspek penting dalam budidaya ayam broiler yakni persiapan dan
pemilihan bibit,Manajemen Pakan dan Minum, Manajemen Perkandangan Manajemen
Kesehatan, Manajemen Pemasaran dan manajemen limbah.
Dalam pelatihan ini, para peternak aktif dalam bertanya dan berdiskusi, bahkan
para peternak ayam pedangi ini membagi pengalaman mereka , suka duka memelihara ayam pedaging. Para peternak
ayam pedaging yang hadir, ada yang sudah lama berkecimpung di budidaya ayam
pedaging walaupun masih dalam skala kecil, namun juga pemula namun semangat.
P2KP Kecamatan Nubatukan Modesta Monika Wuwur, mengatakan
dengan kehadiran program makan bergizi gratis maka kebutuhan akan ayam pedaging
tinggi. Dikecamatan Nubatukan saja, selain 2 dapur MBG yang ada, aka tambah
lima dapur MBG untuk beberapa desa di Kecamatan Nubatukan, dan ini tentunya
peluang emas bagi peternak ayam di Kecamatan Nubatukan.
Karena itu Monika Wuwur memberi semangat dan motivasi bagi
peternak ayam broiler di Kecamatan Nubatukan untuk tetap semangat , tekun dan
terus meningkatkan usahanya. (*)

Berita Terkait
Veronika Ose “ Membangkitkan Kembali “ Mantan Gubernur NTT Ben Mboi
Tongkat Gembala Berganti, Pemkab Lembata Apresiasi Mgr. Kopong Kung dan Sambut Harapan Baru Uskup Monteiro
Bupati Kanis Tuaq: Kehadiran NTT Mart Menjaidi Solusi Nyata Bagi Peaku Usaha di Di Lembata
Bupati Kanis Tuaq : Membangun Lembata Dengan Kekuatan Kita Sendiri
Cetak Sawah 1 Hektar, Mewujudkan Lembata Yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing
27 Ribu Anakan Malapari Ditanam Di 9 Kecamatan
Bupati Kanis; Puskesmas Adalah Ujung Tombak Pelayanan Yang Paling Dekat Dengan Masyarakat
Bupati Lembata: Diaspora Adalah Jembatan Pemasaran UMKM, Pangan, Dan Hasil Laut NTT
Golkar Lembata Merayakan Ulang Tahunnya DI Panti Asuhan Eugene Schmitz
Kon Ruing : Jangan Lupa Kampung Halaman