Lewoeba, KiatNews- PT Lembata Hira Sejahtera (Batara) bersama Kantor Kesatuan Pengeolan Hutan (KPH) Kabupaten Lembata tePT Lembata Hira Sejahtera (Batara) bersama Kantor Kesatuan Pengeolan Hutan (KPH) Kabupaten Lembata teah meakukan indetifikasi pohon malapari lokal yang tubuh secara alamiah di Kabupaten Lembata.
Kepala Resosrt
Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Kabupaten Lembata, Linus Lawe kepada media
ini, di ruang kerjanya (24/2/2026) menjelaskan bahwa sejak tahun 2024, KPH
Kabupaten Lembata bersama PT Batara, ada sekitar 1000 pohon malapari yang tunbuh
secara alamiah yang tersebar sepanjang
pantai di pulau Lembata.
Dari 1000 pohoin
malapari tersebut, yang layak untuk dijadikan benih sebanyak 742 pohon yakni
pohon malapari yang ada disepanjang pantai
loang sebanyak 310 pohon (40 hektar), pantai Lewoein 117 pohon (25
hektar), pantai mingar 200 pohon (28 hektar) dan pantai Bean 115 pohon (13 hektar)
Linus Lawe
menjeaskan, penyebaran pohon maapari yang tumbuh secara aamiah tersebut ada di
Desa Bour, Wuakerong,Dua Wutun, Riabao,
Babokerong,Baoboak, Lolong,, Peni Kene, Mingar, Tapoangu, Dikesare, Bean dan
Desa Wowong.
Ia mengatakan
kita kembangkan benih lokal ini umtuk
seluruh wiayah Lembata. Linus Lawe menjelakan bahwa Kabupaten Lembata memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan pohon
malapari. Karena itu Pemerintah Kabupaten Lembata bekerjasama dengan Badan
Riset Inovasi Nasional dan PT Lembata Hira Sejahtera (Batara) melakukan riset
benih dan pengembangan malapari di Kabupaten Lembata. “Untuk riset ini sudah
diakukan beberapa tahun lalu dan tentu butuh waktu untuk mendapatkan hasilnya”
Manfaat malapari sangat beragam, bijinya menghasilkan biodiesel hingga kegunaan pengobatan tradisional seperti mengobati diare, kusta, dan luka. Selain itu, malapari juga bermanfaat untuk lingkungan karena kemampuannya menyerap racun di tanah (bioremediasi), menahan erosi, dan menyuburkan tanah, serta sebagai bahan baku industri lainnya seperti sabun dan pakan ternak.
