Lewoleba, KilatNews- Wakil Bupati Lembata Muhammad Nasir, Rabu ( 29/4/2026) meninjau beberapa lokasi banjir di dalam kota Lewoleba. Waki Bupati Lembata, didampingi sejumah kepala dinas, Plt Camat Nubatukan Michael Magi dan Pegawai dari Balai Jalan Negara, berjalan kaki dari kantor bupati hingga Polres Lembata.
Kota Lewoleba dan
sekitarnya, Selasa (28/4/2026) diguyuri
hujan deras selama beberapa jam,
akibatnya terjadi banjir di beberapa titik
diantaranya Lamahora, Wangatoa, Polres Lembata, Eropun dan beberapa
tempat lainnya di dalam kota Lewoleba.
Hujan deras ,
mengakibatnya banjir di beberapa tempat dan
air tergenang di badan jalan,
halaman rumah bahkan beberapa
rumah warga. Banyak saluran dalam kota Lewoeba yang tidak berfungsi dengan baik
selain karena dipenuhi sampah, juga penataan drainase yang kurang bagus.
Sampah-sampah berserakan di halaman rumah warga dan badan jalan, sehinggga para
pegawai dari Pol PP dan Badan
Penanggulangan Bencana Daerah terpaksa harus turun tangan untuk membersihkan
sampah-sampah khususnya di badan jalan
Trans Lembata (jalan negara).
Wakil Bupati
Lembata, Muhammad Nasir kepada media ini mengatakan, langkah yang diambil
secepatnya adalah membersihkan saluran-saluran yang tersumbat . Ia mengatakan kita tidak bisa berbuat banyak
karena masalah keuangan atau anggaran.
Ia mengatakan tentunya, pemerintah Kabupaten Lembata melakukan komunikasi
dengan pemerintah pusat terkait dengan drainase dan lain sebagainya. Penambahan
tempat pembuangan sampah sementara dalam kota Lewoleba.
Namun lanjutnya,
yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya
membuang sampah pada tempatnya. Ia mengatakan membangun kesadaran terkait
dengan pentingnya membuang sampah pada tempatnya ini mesti dari anak-anak.
Karena itu dalam waktu dekat ini, pihaknya memanggil kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Lembata untuk merencanakan melakukan sosialisasi terkait dengan sampah mulai dari SD hingga
SMA. Selain di Lembaga pendidikan, sosiaisasi terus dilakukan kepada
masyarakat.
Ia juga
mengatakan orang tua, apalagi yang berpendidikan, mestinya menjadi teladan,
panutan bagi masyarakat lain untuk membuang sampah pada tempatnya.
Ia mengatakan
sejumlah daerah di Indonesia, kotanya bersih, pantainya bersih, itu karena
kesadaran masyarakat tinggi, sehingga tidak membuang sampah disembarang tempat.
(*)

Berita Terkait
Dinkes Melakukan Evaluasi Anggaran dan Belanja 12 Puskesmas
Malapari : Pohon Uang Dari Lembata Yang Terlupakan