Lewoleba,KilatNews- Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, melakukan evaluasi terhadap anggaran dan belanja tahun 2025 terhadap 12 Puskesmas. Evaluasi ini sangat penting sehingga dalam pelaksanaan anggaran dan belanja tahun 2026 lebih baik lagi. Pada evaluasi tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, dr Bernad Beda menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan di Puskesmas sehingga tidak bermasalah, konfik internal dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan
evaluasi di aula Kantor Perpustakaan Daerah yang dihadiri oleh semua kepala
Puskesmas, Jumat (30/1 2026) para kepala Puskesma menyampaikan secara terbuka
apa yang menjadi kendala dan hambatan dalam pengeloalan anggaran dan belanja
serta solusi untuk pengelolaan anggaran dan belanja tahun 2026.
Pada kesempatan
itu juga dibeberkan tingkat kasus kematian di masing masing Puskesmas. Kasus
kemataian yang paling tinggi ada di Puskesmas Waipukang Kecamatan Ile Ape. Pada
tahun 2025 jumlah kasus kematian yang ada di wilayah Puskesmas Waipukang
sebanyak 103 kasus kematian. Untuk tahun 2025, jumlah kasus kematian di
Kabupaten Lembata sebanyak 649 orang.
Selain kasus
kematian, juga kasus demam berdarah,. Stunting , terkait dengan makan tambahan
bagi balita dan lain sebagainya. Kepala
Puskesmas Balauring. Petrus Demong Ola meminta agar Dinas Kesehatan bisa
menempatkan satu tenaga gizi di Puskesmas Balauring. Ia mengatakan tenaga gizi
penting karena di Puskesmas Balauring banyak balita dan dan juga kasus stunting
cukup banyak.
Menanggapi
permintaan Kepala Puskesmas Balauring, Plt Kadis Kesehatan Bernad Beda
mengatakan untuk tenaga gizi di
Puskesmas Balauring itu pasti ada. “
Tenaga gizi untuk tempatkan di Puskesmas Balauring itu pasti ada” (*)


Berita Terkait
Malapari : Pohon Uang Dari Lembata Yang Terlupakan