Gubernur NTT Meluncurkan NTT Mart DI Lembata

photo author
- Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur NTT Meluncurkan  NTT Mart DI  Lembata
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena

Lewoleba, KiatNews-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meuncurkan (launching)  NTT Mart di Kabupaten Lembata, Kamis (5/2/2026). Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi kerakyatan sekaligus pusat pemasaran produk lokal unggulan masyarakat Lembata.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena,  dalam sambutanya, menegaskan bahwa peluncuran NTT Mart di Kabupaten Lembata bukanlah acara seremonial biasa maupun rutinitas pemerintahan, melainkan langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di NTT. Kehadiran NTT Mart di Lembata menjadi bagian dari jaringan NTT Mart yang ke-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia  mengatakan  ekonomi kerakyatan hanya dapat berjalan dengan baik apabila mata rantai ekonomi digerakkan secara partisipatif dan melibatkan sebanyak mungkin kelompok masyarakat. Ekonomi kerakyatan berarti ekonomi yang hidup, tumbuh dari bawah, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berproduksi, memasarkan, serta menikmati hasil pembangunan secara adil.

Gubernur menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Jika demokrasi politik diwujudkan melalui sila keempat Pancasila, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tercantum dalam sila kelima hanya dapat terwujud apabila demokrasi ekonomi berjalan dengan baik. Namun demikian, ia menilai bahwa demokrasi ekonomi belum berjalan merata, sehingga masih terjadi pemusatan kekuatan ekonomi pada segelintir pihak.

Karenait itu  Gubernur Laka Lena  menekankan pentingnya pemerataan ekonomi melalui penguatan usaha rakyat. Ia berharap NTT, khususnya Kabupaten Lembata, tidak lagi menjadi daerah yang konsumtif, tetapi bertransformasi menjadi provinsi yang produktif, di mana masyarakat mampu memproduksi kebutuhan sendiri dan saling membeli produk lokal secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Gubernur mendorong keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, seperti gereja, masjid, pura, dan wihara, untuk ikut berkontribusi melalui kegiatan produksi ekonomi umat. Menurutnya, potensi ekonomi dapat tumbuh dari berbagai ruang kehidupan sosial masyarakat.

Ia  menekankan pentingnya hilirisasi potensi lokal, dengan mengangkat contoh pengolahan abon ikan di Sumba Tengah sebagai praktik baik. Ia mengajak agar berbagai potensi lokal yang ada di Lembata, baik hasil laut, pertanian, maupun olahan pangan, dapat dikembangkan dan dipasarkan melalui NTT Mart sebagai etalase produk daerah.

Laka Lena  meminta agar perlunya mendorong penguatan kerja sama kawasan antara Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Alor dalam satu kawasan Lomblen–Lamatokan–Alor.

Ia meyakini, potensi besar yang dimiliki Lembata akan berkembang lebih optimal apabila dikelola bersama dengan daerah sekitar, baik dalam sektor pariwisata, ekonomi kelautan, maupun industri pengolahan. Kerja sama kawasan ini diharapkan disusun secara konkret dengan pendampingan teknis dari pemerintah provinsi.

 

Gubernur mengusulkan penerapan konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product, dengan komposisi 80 persen produk berasal dari Kabupaten Lembata dan 20 persen dari luar daerah sebagai penguat jejaring ekonomi.

Ia menegaskan bahwa masyarakat NTT bukan miskin potensi maupun sumber daya, melainkan perlu memperkuat karakter, tata kelola, dan pendampingan keuangan agar usaha rakyat berjalan aman, modal terlindungi, dan pengembalian usaha terjamin.

NTT Mart Lembata dikelola oleh Dekranasda Kabupaten Lembata melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lembata dan Perdagangan Provinsi NTT.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT  Zet Sony Libing, dalam laporannya menyampaikan bahwa NTT Mart merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi NTT yang didukung APBD untuk menyerap dan memasarkan produk lokal dari berbagai sektor, seperti kriya, fashion, dan kuliner.

Hadir pada kegiatan ini,  Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq,  pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan IKM, serta insan pers. (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

X
SIAD DataGoe